Tips nanjak gunung bagi pendaki pemula

Nanjak gunung merupakan aktivitas yang berat dan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Sehingga tentu saja memerlukan persiapan khusus. Tidak hanya fisik, tapi juga mental dan beberapa skill bertahan hidup di alam bebas. Tapi terkadang banyak pendaki yang menganggap enteng kegiatan nanjak gunung dan berakhir pada hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut ini ada beberapa tips agar kegiatan nanjak gunung jadi lebih aman dan nyaman :

  1. Rencanakan dulu sebelum nanjak

Yang pasti tentukan dulu kamu mau nanjak gunung yang mana, rute pendakiannya,  kapan waktu nanjaknya? Apakah disaat musim hujan atau musim kemarau. Pastikan juga kamu mau nanjak bareng  teman atau ikut orang lain (open trip atau ikut kelompok nanjak yang lain). Karena hal-hal tersebut tentu akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan.  Sangat tidak direkomendasikan untuk nanjak  gunung  seorang diri. Minimal 3 orang dalam satu kelompok, nantinya jika ada 1 orang yang terkena musibah 1 orang lainnya bisa mencari  bantuan dan sisanya menemaninya sampai ada bantuan datang.

 

  1. Cari info seputar gunung yang akan dituju

Jika kamu sudah menentukan mau nanjak gunung apa, carilah info sebanyak-banyaknya. Mulai dari akses menuju basecamp nya, rute dan medan pendakiannya, apakah banyak terdapat sumber air atau tidak, jasa porter/guide, berapa hari yang dibutuhkan , administrasi yang dibutuhkan(beberapa gunung butuh simaksi dan atau surat keterangan sehat), juga momen-momen dan spot indah yang ada di gunung tersebut agar kita bisa menikmati dan mengabadikannya lewat foto selfie. Seperti pada poin pertama, hal ini juga mungkin akan berpengaruh pada peralatan yang musti dipersiapkan.  Akan lebih gampang  jika salah satu dari kelompok sudah punya pengalaman nanjak gunung tersebut.

 

  1. Persiapkan fisik dan mental

Persiapan fisik merupakan salah satu persiapan terpenting saat akan nanjak gunung, ini juga yang seringkali digampangkan oleh sebagian pendaki.  Persiapan fisik dilakukan agar badan tidak kaget dan juga membentuk daya tahan tubuh saat nanjak gunung. Banyak pendaki yang daya tahan tubuhnya drop di tengah perjalanan bahkan mengalami cidera atau kram otot karena persiapan fisik yang kurang.

Lakukan persiapan fisik paling tidak 3 minggu sebelum nanjak gunung. Olahraga yang cocok untuk mempersiapkan tubuh untuk pendakian adalah olahraga jenis cardio, misalnya lari.

 

  1. List perlengkapan yang akan dibawa

Buatlah list perlengkapan yang akan dibawa. Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Beberapa peralatan pribadi yang wajib dibawa seperti : carrier , sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag, baju ganti, alat penerangan seperti senter atau headlamp, peralatan survival dan obat-obatan, juga peralatan kelompok seperti tenda, peralatan masak, logistik dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Pastikan juga cara packing kamu sudah benar, agar tidak cepat lelah karena menahan beban yang berat akibat kesalahan packing. Sebelum dimasukkan tas, ada baiknya barang-barang tersebut  dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tips ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.  Agar lebih praktis, kamu bisa melapisi bagian dalam carrier dengan trashbag, sehingga ketika hujan tidak perlu khawatir barang bawaan basah karena sudah terlindung trashbag.

 

  1. Manajemen logistik dan bahan makanan yang mencukupi

Manajemen makanan juga penting saat nanjak gunung. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Makanan seperti  coklat, kurma, gula merah sangat cocok dibawa untuk cemilan saat perjalanan karena memiliki kalori yang tinggi. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Sebisa mungkin jangan hanya makan mie instant, karena mie instant mengandung sedikit kalori. Nanjak gunung merupakan kegiatan yang menghabiskan banyak kalori, jadi kamu butuh makanan yang bisa menggantikan kalori yang habis diperjalanan sehingga kamu tetap punya tenaga yang cukup untuk melanjutkan aktivitas. Pastikan juga kamu masih punya makanan dan air yang cukup hingga perjalanan pulang.

 

  1. Melapor pada pos pendakian

Sebelum pendakian dilakukan melaporlah pada pihak-pihak terkait terutama di pos pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.

 

  1. Tidak merusak dan menjaga lingkungan sebaik-baiknya.

Nanjak gunung akan semakin indah jika kita menjaga keindahan alam sekitar. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandalisme), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak non-organik. Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di pos pendakian. Ingat :  jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan membunuh apapun kecuali waktu, jangan pernah meninggalkan apapun kecuali tapak kaki dan kenangan.

 

Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.

Dengan melakukan tips-tips di atas, pendakian yang dilakukan meskipun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pada prinsipnya, nanjak gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga musti mampu kembali pulang dengan selamat.

Leave a Comment here