Tips Menghindari Bahaya Sambaran Petir Saat Nanjak Gunung

Mendaki gunung memang bukan kegiatan tanpa risiko. Para pendaki harus siap berhadapan dengan berbagai resiko seperti hipotermia, cedera akibat jalur yang licin, binatang buas dan juga cuaca yang tak bersahabat. Cuaca di gunung memang sulit di prediksi, sebaik apapun kita mempersiapkan sebuah pendakian, tetap saja terkadang harus mengalah pada alam.  Saat hujan misalnya, yang paling perlu diwaspadai oleh pendaki adalah petir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari tersambar petir saat berada di gunung:

1. Jangan berada di tempat terbuka. Padang rumput yang luas, puncak, atau punggungan gunung yang terbuka dan tanpa penghalang dimana dirimu adalah objek paling tinggi dari yang lain menjadikan tubuhmu rentan tersambar petir. Segera cari tempat yang lebih tersembunyi seperti di celah-celah tebing.

2. Hindari berlindung di bawah pohon yang tinggi. Petir akan terlebih dahulu menyambar objek tertinggi di suatu wilayah sebelum menuju tanah .Saat petir menyambar pohon, aliran listrik akan merambat ke tanah dan berbahaya bagi pendaki. Jika terpaksa, berlindunglah pada pohon yang lebih rendah tapi jangan menempel di pohon.

3. Matikan alat-alat yang memancarkan atau menerima gelombang. Peralatan komunikasi seperti handphone, handy talky (HT), GPS, ataupun radio dapat menerima dan memancarkan gelombang yang memicu sambaran petir. Maka dari itu matikan semua peralatan komunikasi tersebut saat terjadi hujan petir. Jika harus bernavigasi ,  gunakanlah kompas bidik.

4. Hindari aksesoris berbahan logam. Benda berbahan logam merupakan konduktor listrik yang baik. Lepaskanlah aksesoris berbahan logam karena bisa menghantarkan listrik sekaligus mampu menangkap kilat.

5. Alasi tubuh bahan anti konduktor. Karet diketahui menjadi penghambat arus listrik. Maka, saat melihat tanda-tanda bahwa badai petir akan datang, kenakan alas kaki karet atau bisa juga dengan ransel atau matras. Hal ini untuk menghindari tubuh agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

6.Buatlah jarak antar tiap anggota di dalam grup pendakian. Jika berada dalam grup pendakian, jangan terlalu berdekatan. Buatlah sedikit jarak, agar jika salah seorang tersambar petir, maka sambaran petir tidak akan mengenai anggota rombongan lainnya, sehingga anggota rombongan yang selamat dapat memberikan pertolongan.

  1. Jika memang terperangkap oleh petir, ambillah posisi jongkok dengan merapatkan ke dua kaki dengan tumit yang bersentuhan. Tutup telinga dengan sikut yang menyentuh lutut. Kemudian tundukan kepala serendah-rendahnya tanpa menyentuh tanah. Dengan cara itu, petir yang menyambar di dekat posisi akan mengalir ke dalam tubuh. Namun apabila ke dua tumit kaki terbuka petir akan meloncat ke dalam tubuh.

Beberapa penjelasan  lain terkait  petir dapat dilihat di website National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) .

Leave a Comment here