Hipotermia : Gejala, penyebab dan cara mengatasinya

Ilustrasi hipotermia

Ilustrasi hipotermia

HIPOTERMIA ?

Hipotermia seringkali menjadi momok bagi para pendaki gunung.  Ini merupakan suatu kondisi di mana tubuh mengalami kesulitan dalam mengatasi tekanan suhu dingin dan mengalami penurunan hingga di bawah suhu normal tubuh.  Normalnya suhu tubuh manusia adalah 36-37ºC. Ketika suhu tubuh berada di bawah suhu normal maka sel-sel tubuh tak dapat bekerja. Begitu juga dengan sistem metabolisme tubuh yang tak dapat berjalan. Saat keadaan tersebut berlangsung, tubuh kita akan kehilangan banyak energi, sampai pada titik batas energi  kita habis, tubuh akan mulai memasuki fase kritis, dan kemudian bisa menyebabkan kematian. Banyak sekali peristiwa kematian pendaki gunung yang disebabkan oleh serangan hipotermia ini. Untuk mengantisipasinya, artikel kali ini akan membantu pendaki memahami penyebab hipotermia, cara mencegahnya, serta cara mengatasinya, agar kita siap ketika tiba-tiba harus menghadapi situasi hipotermia.

 

PENYEBAB HIPOTERMIA

Hipotermia di gunung bisa terjadi saat pendakian maupun saat istirahat atau berkemah. Namun kebanyakan kasus hipotermia terjadi saat istirahat dimana tubuh sedang tidak melakukan aktivitas sehingga tubuh kurang menghasilkan panas  ditambah hal-hal lain yang mendukung proses terjadinya hipotermia tersebut seperti pakaian yang basah, cuaca buruk, perut kosong atau fisik yang tidak fit. Berikut video yang menjelaskan secara singkat penyebab hipotermia.

 

GEJALA HIPOTERMIA

Tanpa dilandasi pemahaman yang baik, kondisi seorang pendaki yang terkena sergapan hipotermia mulai stadium ringan hingga berat terkadang sering  dianggap seperti kerasukan mahluk halus atau kesurupan.

Berikut gejala-gejala hipotermia :

Hipotermia ringan : 
– Penderita berbicara ngelantur/tidak jelas
– Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu (pucat)
– Detak jantung melemah
– Tekanan darah menurun
– Terjadi kontraksi otot karena tubuh berusaha untuk menghasilkan panas (menggigil).

Hipotermia sedang :
– Detak jantung melemah
– Pernafasan melemah (3-4 kali bernafas dalam 1 menit)
– Mulai sulit melakukan gerakan tubuh yang rumit, seperti mencengkeram, meskipun si penderita masih bisa berjalan dan berbicara normal.

Hipotermia parah :

– Otot mulai kaku. Ini terjadi akibat aliran darah ke permukaan berkurang dan disebabkan oleh pembentukan asam laktat dan karbondioksida di dalam otot.
– Pernafasan sangat lambat dan hampir tidak kentara

– Halusinasi

-Puncak dari gejala hipotermia adalah paradoksikal undressing, yaitu suatu fenomena  dimana penderita hipotermia tidak lagi merasa kedinginan, tapi  justru  merasa kepanasan. Penderita akan melepas bajunya satu per satu dan tetap merasa kepanasan. Penderita hipotermia yang tidak terselamatkan nyawanya biasa ditemukan dalam keadaan tidak berpakaian akibat fenomena paradoksikal undressing.

 

 

CARA MENCEGAH

Hipotermia tentu saja dapat dicegah, berikut adalah beberapa tips untuk mencegah serangan hipotermia:

  1. Ketika kamu nanjak gunung bawalah perlengkapan sesuai prosedur pendakian, seperti contohnya jaket gunung, celana quickdry, sleeping bag, kaos kaki, sarung tangan, logistik yang cukup , dan yang paling penting adalah jas hujan. Tidak ada salahnya juga jika kamu menyediakan pakaian cadangan .
  2. Jika hujan turun segera kenakan jas hujan, walaupun hujan yang turun tidak terlalu lebat atau masih rintik-rintik. Hujan yang rintik inilah yang seringkali menjadi penyebab lalainya pendaki yang dengan gengsinya beresiko terserang hipotermia.
  3. Jangan pernah mendaki dengan menggunakan celana jeans! celana jeans akan sangat sulit kering jika terkena basah baik oleh keringat maupun air hujan.
  4. Bila ingin beristirahat ditengah perjalanan, carilah batu besar atau tempat untuk berlindung dari hempasan angin dingin. Beristirahat di antara hempasan angin dingin dan tebalnya kabut, justru semakin membuat  badan menjadi menggigil.
  5. Jangan berlama-lama mengenakan pakaian basah, pakaian basah adalah faktor utama penyebab turunnya suhu tubuh. Segera ganti dengan pakaian yang kering.
  6. Pastikan tidur dalam kondisi yang hangat. Alasi alas tidur dengan matras, gunakan sleeping bag, lapisi tubuh dengan jaket tebal berbahan polar didalamnya, gunakan kupluk, double kaos kaki, juga pakai sarung tangan polar. Kalau perlu tidur saling berdempetan agar lebih hangat.
  7. Sediakan Emergency Blanket atau thermal bivvy (berbahan aluminium foil dan silnylon) yang sangat membantu untuk mengatasi hipotermia.

 

CARA MENGATASI

  1. Ganti baju basah, dengan baju kering.
    Pakaian basah bisa menjadi faktor utama serangan hipotermia. Ganti segera baju dan celana yang basah dengan pakaian yang kering.
  2. Beri minuman hangat.
    Minuman yang hangat akan membantu tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh yang hilang. Contohnya coklat hangat atau jahe hangat, jangan memberi minuman yang mengandung alkohol atau kafein.
  3. Beri makanan berkalori tinggi.
    Dalam usaha menyeimbangkan suhu tubuhnya manusia membutuhkan kalori yang tinggi, karena itu sangat disarankan penderita dibantu untuk mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat dan makanan manis lainnya. Namun jika penderita hipotermia dalam keadaan tidak sadarkan diri, jangan paksa untuk memberi makan atau minum dahulu, karena akan beresiko tersedak.
  4. Gunakan sleeping bag.
    Masukkan penderita dalam sleeping bag, dan lapisi dengan lapisan yg hangat, seperti jaket atau selimut darurat.
  5. Upayakan agar penderita tetap sadarkan diri.
    Tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara agar penderita tetap sadarkan diri.
  6. Berbagi panas tubuh.
    Jika memungkinkan buka bajunya dan peluk tubuhnya (dengan keadaan sama-sama tidak berpakaian), kulit ketemu kulit. Cara ini akan lebih efektif untuk  meningkatkan suhu tubuh.
  7. Kompres.
    Gunakan handuk kering yang dihangatkan atau botol berisi air hangat untuk mengompres penderita hipotermia. Kompres ini sebaiknya diletakkan di leher, dada, atau selangkangan. Jangan meletakkannya di bagian kaki atau tangan karena dapat mendorong darah yang dingin untuk mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak.
  8. Ajak bergerak.
    Jika kondisi sudah membaik, penderita sudah mulai merasakan hangat di tubuhnya. Selanjutnya ajak penderita untuk bergerak, ajaklah ia berolahraga kecil agar tubuhnya maksimal dalam menghasilkan suhu tubuh. Tapi ingat jangan sampai membuat penderita terlalu lelah dan mengeluarkan keringat, karena jika berkeringat maka akan membuat pakaiannya basah dan bisa menimbulkan dingin datang kembali.
  9. Buat api unnggun di sekitar.
    Membuat api unggun guna menangkis udara dingin sekitar. Pastikan api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar tenda.
  10. Jika memang sudah kehilangan kesadaran, disarankan segera cari bantuan untuk mendapat pertolongan medis sesegera mungkin.

 

 

Hipotermia tentu bisa dicegah dan diatasi bila kita lebih peduli pada diri kita. Tetap menjaga keselamatan yang lebih diutamakan dan jangan pernah meremehkan pendakian. Persiapan yang matang sebelum nanjak gunung tentu juga penting untuk meminimalkan resiko yang akan dihadapi. Semoga bermanfaat.

 

Sumber :

Gambar Ilustrasi : http://way-up-north.com

Video : Youtube Channel Eiger

Leave a Comment here