Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api jenis strato yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian +/- 2665 mdpl ini terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.  Gunung Papandayan adalah salah satu gunung yang sangat populer di kalangan pendaki karena keindahan alamnya. Selain itu trek pendakian juga tergolong mudah bahkan untuk pendaki pemula. Gunung elok satu ini memiliki beberapa spot menawan seperti Kawah Papandayan, Hutan Mati, Pondok Salada, Tegal Alun dan Tegal Panjang. Ada beberapa kawah di gunung ini yakni Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk yang rajin mengeluarkan uap dan bau khas belerang.

Terdapat dua jalur pendakian untuk sampai ke Papandayan yakni Cisurupan dan Pengalengan. Jalur Cisurupan merupakan yang paling sering digunakan oleh pendaki. Untuk menuju Gunung Papandayan via Cisurupan, kamu terlebih dahulu harus mencari angkutan yang menuju Terminal Guntur Kota Garut. Sesampainya di Terminal Guntur, perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan kota berjenis minibus tujuan Pasar Cisurupan. Perjalanan dari Terminal Guntur Garut ke pertigaan Pasar Cisurupan ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam.Di sini pendaki bisa membeli bahan makanan atau logistik di Pasar Cisurupan maupun toko serba ada di dekat pasar. Ketika mendaki Gunung Papandayan, tak perlu khawatir kekurangan air bersih maupun air minum. Karena selama pendakian akan mudah ditemui sumber air, bahkan ada penjual yang menyediakan air mineral.

Dari Cisurupan ada dua jenis transportasi yang bisa digunakan menuju Camp David. Jika rombongan sedikit, kamu bisa menggunakan jasa ojek. Tetapi jika bawa rombongan banyak bisa menggunakan mobil pick up (bak terbuka).

Sesampainya di Camp David, pengunjung harus melakukan registrasi. Setelah registrasi selesai, perjalanan pun dimulai. Dari areal parkir Camp David,  akan melewati jalan berbatu dan kawah Gunung Papandayan yang begitu indah, namun baunya cukup menyengat. Sebaiknya kenakan masker atau slayer untuk menutupi hidung agar terhindar dari gas belerang yang beracun. Tidak sedikit penduduk setempat yang membawa motor melintasi jalur ini.

trek gunung papandayan

Trek bebatuan melintasi kawah gunung papandayan

Lepas jalan batu terdapat kawasan yang datar dan cukup luas. Di lokasi itu berdiri bangunan kecil sebagai Pos II. Di pos itu pengunjung akan didata ulang. Petugas akan menanyakan apakah Anda membawa golok atau tidak, jika kedapatan membawa golok mereka akan meminta Anda menitipkannya di sana. Tujuannya agar pengunjung yang datang ke Pondok Salada tidak menebang pohon atau dahan Cantigi untuk dijadikan kayu bakar sehingga alam Gunung Papandayan tetap lestari.

Dari pos II menuju Pondok Salada sudah sangat dekat, melewati hutan cantigi dan jalannya juga tidak terlalu nanjak. Pondok Salada merupakan lapangan yang cukup luas, di tempat itulah biasanya para pendaki dan wisatawan gunung Papandayan mendirikan tenda. Seperti dibahas diawal, bahwa Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung favorit, ketika weekend atau liburan pondok Salada dipenuhi tenda-tenda pendaki.

tenda di Pondok Salada

Pondok Salada dipenuhi tenda para pendaki

Di pondok Salada sudah tersedia sumber air untuk masak dan minum. Bahkan belakangan pondok Salada juga sudah tersedia kios pedagang yang menjual makanan seperti bakso, somay, atau gorengan. Jadi tidak perlu takut kelaparan ketika berkemah di sini. Untuk keperluan buang air, di sini juga tersedia toilet umum. Namun bersiaplah mengantri untuk menggunakannya, terlebih ketika sedang ramai yang camp di pondok Salada, antrian bisa sangat panjang.

antrian toilet pondok saladah

Antrian toilet Pondok Salada

Setelah puas berkemah di Pondok Salada, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Tegal Alun. Jalur pendakian menuju Tegal Alun cukup jauh dan lumayan terjal. Tegal Alun merupakan padang Edelweiss yang cukup luas dan indah tentunya. Padang Edelweis ini merupakan primadona Papandayan. Di Tegal Alun, pendaki bisa menyaksikan pesona keindahan matahari terbit dan terbenam.

Tegal alun

Tegal Alun, Padang edelweiss di Gunung Papandayan

Setelah dari Tegal Alun, tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi hutan mati.  Hutan mati ini merupakan salah satu tempat terkenal di Papandayan, selain padang Edelweiss. Suasananya yang berkabut dengan sisa-sisa batang pohon yang menghitam karena terbakar dan tanah berkapur yang berwarna putih menjadikan suasana agak mistis namun tetap indah.

hutan mati

Hutan mati, Gunung Papandayan

Selain Tegal Alun dan hutan mati, ada satu spot lain yang juga sangat menarik di Gunung Papandayan  yaitu Tegal Panjang. Tempat ini berupa lembah yang  dipenuhi oleh rumput ilalang yang begitu indah. Lokasinya berada tersembunyi di balik hutan. Dikelilingi oleh pemandangan gunung-gunung. Untuk ke Tegal Panjang juga bisa memulai dari base camp pendakian Gunung Papandayan via Jalur Cisurupan. Setelah sampai di persimpangan menuju Pondok Salada kamu bisa ambil kanan untuk ke Tegal Panjang. Namun, jika dari Pangalengan, berangkatlah menuju Desa Cibatarua. Perjalanan ke Tegal Panjang ini membutuhkan waktu sekitar 4 s/d 6 jam.

 

Tertarik untuk nanjak Gunung Papandayan? Tetap ingat, walaupun Gunung Papandayan termasuk mudah untuk didaki, tetaplah persiapkan dirimu sebaik mungkin. Akan lebih baik lagi jika kamu mengajak teman kamu yang sudah pernah kesini.  Salam Lestari!

Leave a Comment here