Gunung Guntur

Gunung Guntur adalah salah satu gunung yang terdapat di wilayah barat Garut, Jawa Barat, dengan ketinggian 2.249mdpl. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif pada dekade 1800-an. Tapi sejak itu aktivitasnya kembali menurun. Gunung guntur tidak seperti gunung -gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh. Terutama pada lintasan sesudah melewati curug citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat gunung guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas.

Ada banyak  objek menarik yang dapat dinikmati di sekitar lokasi Gunung Guntur. Diantaranya adalah pemandian air panas, sungai dan curug Citiis. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung ini juga tidak begitu lama, sekitar 4 jam.

Untuk mendaki gunung guntur, kita bisa melalui jalur curug Citiis, yang berada di kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis, kamu  juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an.

 

TRANSPORTASI

 Untuk menuju kampung citiis dari Jakarta bisa menumpang bus jurusan garut dari terminal Kampung Rambutan. Terdapat banyak pilihan dan bus tersedia sampai dengan tengah malam (lebih kurang hingga jam 1 subuh).

Pilihan pertama, berhenti di alun-alun Tarogong, lalu langsung menumpang truk pasir (gratis / berikan uang rokok saja). Seringkali di pagi hari truk pasir ini melewati seberang alun-alun Tarogong ke arah Citiis. Mereka cukup terbiasa memberikan tumpangan kepada para pendaki hingga spot penambangan pasir yang dekat jalur menuju Citiis. Cukup katakan kepada supir truk untuk menurunkan di dekat jalur pendakian.

Pilihan kedua, berhenti di Terminal Guntur, Garut. Kemudian lanjutkan dengan angkot ke Cipanas, turun di gerbang Kampung Citiis . Kemudian lanjutkan dengan truk pasir seperti pada pilihan pertama. Selain truk pasir, kamu juga bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung Citiis dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa mengantar pendaki yang ingin mendaki gunung guntur. Ia akan mengantarkan kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan.

 

JALUR PENDAKIAN

Basecamp – POS 2

Trek diawali dengan jalan yang landai  melewati lokasi penambangan pasir. Selepas lokasi tambang pasir pendaki akan sampai di Pos 1 yang jaraknya hanya sekitar 1 jam perjalanan.
Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 berupa jalanan galian batu, dari jalur yang lebar dan lama kelamaan menyempit. banyak nya batu batu kerikil di jalan. Sesaat sebelum sampai di pos 2, pendaki akan melintasi air sungai dari curug Citiis. Di sini pendaki bisa mengisi perbekalan air minum dari air curug citiis. Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 Treknya didominasi batu-batu besar sehingga pendaki harus setengah memanjat

 

POS 3

Di Pos 3 tersedia tempat yang bisa juga digunakan sebagai area camp. Pos ini juga dekat dengan sumber air terakhir sebelum ke puncak. Disini pendaki diwajibkan melapor kepada volunteer Gunung Guntur. Setiap grup pendaki diwajibkan meninggalkan satu tanda pengenal yang akan ditukarkan dengan kartu. Nantinya kartu ini akan dikembalikan lagi ketika pendaki hendak turun.

kartudepan kartu blakang

 

Jalanan dari pos 3 ke puncak adalah jalur yang menguras tenaga, full mendaki dengan tingkat kecurangan tinggi. Belum lagi jalur berupa tanah kerikil yang membuat jalan menjadi licin dan pijakan kaki akan ambles dan bahkan merosot kebawah. Maju dua langkah, turun satu langkah. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk sampai ke puncak, apalagi jika mendaki di siang hari. Panas terik matahari akan sangat terasa karena tidak ada pohon pelindung disepanjang jalan menucu puncak gunung Guntur

Jalur ke puncak dari pos 3

Jalur ke puncak dari pos 3

Puncak 1

Di puncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angin yang sewaktu – waktu bertiup kuat. Kawah gunung guntur berada di sebelah kiri anda. Berhadapan dengan gunung cikuray yang terlihat menjulang tinggi. Dari puncak pertama ini anda dapat melihat pemandangan kota garut, areal pemukiman, persawahan, dan  komplek pemandian Cipanas dengan jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.

Yang unik dari Guntur adalah banyaknya babi hutan yang berkeliaran di sekitar camp dan  tampak sudah terbiasa dengan manusia. Sehingga para pendaki harus berhati-hati ketika memasak atau mencari tempat untuk buang air. Ketika ingin tidur , masukkan barang-barang ke dalam tenda agar tidak diacak-acak oleh babi hutan.

puncak 2 terlihat jelas dari puncak 1

puncak 2 terlihat jelas dari puncak 1

 

Puncak 2

Di Puncak 2 ini terdapat sebuah asap yang keluar dari dalam tanah di beberapa daerah. Asap tersebut panas, karena iu itu adalah zat sulfur dari dalam tanah yang panas yang secara terus menerus keluar dari dalam tanah. Areal puncak kedua juga di dominasi padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya. Gunung – gunung berhutan rimbun disisi gunung guntur dan dibatasi lembah serta jurang – jurang yang menganga dalam pun ikut menambah daya tarik disekitarnya.

 

Puncak 3

Puncak Gunung Guntur adalah gunung yang gundul dan terbuka, hanya ada banyak ilalang merah yang jika terik panas matahari ekstrim, bisa sering terjadi kebakaran disini. Perjalanan dari Pos 3 ke puncak kita akan menemukan beberapa Edelwies.
Jarang pendaki yang mendirikan tenda disini, karna selain angin yang cukup kencang, dimusim hujan gunung ini rawan dengan sambaran petirnya. Di sini kita juga bisa anggunnya Gunung Cikurai dengan sangat jelas, dan beberapa gunung lainnya.

jalur turun ke pos 3

jalur turun ke pos 3

Perjalanan turun dari puncak ke Pos 3 merupakan tantangan tersendiri bagi pendaki. Jalur yang curam dan berpasir seringkali membuat pendaki terperosot. Jangan lupa untuk melapor kembali di tenda volunteer pos 3 sambil mengambil kartu pengenal yang ditinggalkan saat akan ke puncak.

Sedikit tips:

  • Sangat disarankan menggunakan sepatu daripada hanya menggunakan sandal, karena trek yang berkerikil akan berbahaya terutama saat perjalanan turun.
  • Waspada pencuri di area camping dan juga babi hutan, barang berharga jangan ditaruh sembarangan. Walaupun itu didalam tenda.
  • Sumber air terakhir ada di Pos 3 , pastikan membawa air yang cukup untuk keperluan di puncak.
  • Buang sampah ditempatnya, jangan ditinggal di gunung.

Semoga bermanfaat, salam lestari …

Leave a Comment here